Track & Trace X

LIVE CHAT X

Proses Pengiriman Outbound


Barang/kiriman transit langsung diproses untuk dikirim ke airport, lalu dikirim ke tempat sesuai tujuan.

1. Customer service dapat pesanan untuk pick up dokumen dari klien atau klien datang langsung ke kantor. Selanjutnya, konfirmasi ke dept. Operasional untuk melakukan pick up yang nantinya akan dilakukan oleh kurir.

2. Barang/dokument kiriman datang baik itu berasal dari kurir yang pick up, incoming klien, rekanan yang diperjanjikan khusus, atau barang retur, atau barang transit yang berada di warehouse/kantor/gudang operasi.

3. Berdasarkan resi/POD/House Oof Airway Bill, diinput ke sistem komputer, yang dilakukan oleh bagian operasional yang selanjutnya di konfirmasi oleh EDP ? Pada tahap ini atas Resi/POD akan disortir yaitu untuk departement accounting/EDP dan umtuk cabang/si penerima.

4. Proses pemisahan sesuai dengan menifest yang dientry/ diinput/konfirmasi ulang oleh EDP (staff malam) yang akan dipisahkan sesuai dengan kota/wilayah tujuan, dan disortir oleh bagian operasional.

5. Setelah pemisahan sesuai manifest, barang/dokument dimasukkan dalam koli/karung dengan disertakan manifestnya.

6. Berdasarkan SMU (Surat Muatan Udara) yang telah di konfirm dahulu ke maskapai penerbangan (Garuda) atau yang konfirm barang/dokumen tersebut di data ke SMU di mana tertera jumlah koli. Harga per KG Route penerbangan (kota tujuan), alamat tujuan (PSS cabang/Tujuan) dan pemgiriman (PSS pengiriman) Barang/dokument.

kiriman datang baik itu berasal dari kurir yang pick up, incoming klien, rekanan yang diperjanjikan khusus, atau barang retur, atau barang transit yang berada di warehouse/ kantor/gudang operasi.

1. Shipper/pengirim.

Pengirim dalam ini PSS mempersipkan barang/dokumen yang akan dikirim, yang sebelumnya dipersiapkan oleh bagian operasional di gudang/warehouse di Jl. Raya Bekasi

2. Reservasi.

Untuk reservasi PSS, biasanya telah melakukan reservasi sehari sebelumnya (terutama Garuda) yang disesuikan dengan SMU (Surat Muatan Udara) dan sesuai dengan jadwal penerbangan yang direservasi.

3. Gudang Penerimaan

Di gudang penerimaan maskapai penerbangan (Garuda dll), barang/dokumen yang dikirim harus melalui proses sebagai berikut:

• Mengirim Form PTI (Pemberitahuan Tentang Isi). Forum ini berisi tentang isi barang yang dikirim (biasanya dimasukkan karung/koli) di mana pengisian ini dilakukan oleh PSS di gudang operasional.

• Barang ditimbang. Barang sesuai dengan PTI selanjutnya ditimbang berapa beratnya, yang gunanya menentukan ongkos kirim (disesuaikan dengan jumlah KG/Volumenya)

• Pengecekan Packing Barang (inner & Outner). Beberapa barang yang yang di packing harus di cek teliti.

• Jenis Barang. Barang yang dikirim harus diketahui jenisnya, karena beberapa jenis barang dilarang untuk di kirim.

• Marketing & labeling Sesuai tujuan. Dengan kode khusus penernangan barang/dokument/koli yang dikirim tersebut harus diberikan tanda dan laber yang jelas (dilakukan di bagian Operasional PSS Jakarta).

• Pembuatan SMU. Telah dilakukan bagian operasional Jakarta.

• Pembayaran Ongkos Angkut (SMU), sewa gedung, jasa Kade. Untuk pembayaran ongkos angkut (SMU), dilakukan bulanan atau dengan deposit, sementara sewa gedung, jasa kade dibayarkan pada saat administrasi pemberangkatan barang di airport.

• SMU di check sesuai barang.

• Khusus hewan, harus dilengkapi dengan dokumen karantina.

4. Gudang Pengiriman

Barang yang dikirim yang telah melalui proses diatas selanjutnya dimasukan ke gudang pengiriman yang dipisahkan sesuai dengan kode kota tujuan pesawat. Dokumen pengangkutan/dokumen pelengkap dan barang siap diberangkatkan (termasuk dengan lembaran copy SMU)

5. Pemberangkatan Ke Pesawat

Ketika pesawat akan diberangkatkan, barang-barang tersebut dimasukkan oleh pengurus bandara (tidak boleh pihak lain). Selanjutnya barang diangkut pesawat menuju kota yang di tuju.



INFORMASI TERKINI